Pada tahun 2026 di Triwulan 1, berdasarkan hasil Survey Kepuasan Masyarakat, Puskesmas Pekapuran Raya mendapatkan nilai 85,48 dengan kategori B (Baik).
Adapun unsur layanan yang dinilai antara lain :
- Kesesuaian persyaratan
- Prosedur pelayanan
- Kecepatan pelayanan
- Kesesuaian/ kewajaran biaya
- Kesesuaian pelayanan
- Kompetensi petugas
- Perilaku petugas pelayanan
- Kualitas sarana dan prasarana
- Penanganan pengaduan
Deskripsi Hasil Survei Kepuasan Masyarakat
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan I Tahun 2026 di Puskesmas Pekapuran Raya, diperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,48 dengan kategori mutu pelayanan B (Baik). Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Pekapuran Raya.
Penilaian dilakukan terhadap 9 unsur pelayanan dengan hasil rata-rata sebagai berikut:
| Unsur Pelayanan | Nilai Rata-Rata | Kategori |
|---|---|---|
| U1 Kesesuaian Persyaratan | 3,457 | B |
| U2 Prosedur Pelayanan | 3,500 | B |
| U3 Kecepatan Pelayanan | 3,348 | B |
| U4 Kesesuaian/Kewajaran Biaya | 3,522 | B |
| U5 Kesesuaian Pelayanan | 3,413 | B |
| U6 Kompetensi Petugas | 3,587 | A |
| U7 Perilaku Petugas Pelayanan | 3,500 | B |
| U8 Kualitas Sarana dan Prasarana | 3,130 | B |
| U9 Penanganan Pengaduan | 3,348 | B |
Dari hasil tersebut terlihat bahwa unsur dengan nilai tertinggi adalah Kompetensi Petugas (U6) dengan nilai 3,587 dan kategori A, yang menunjukkan bahwa masyarakat menilai petugas memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang baik dalam memberikan pelayanan.
Sedangkan unsur dengan nilai terendah adalah Kualitas Sarana dan Prasarana (U8) dengan nilai 3,130. Meskipun masih dalam kategori baik, unsur ini memerlukan perhatian lebih untuk peningkatan kualitas layanan.
Analisis Hasil Survei
1. Gambaran Umum Pelayanan
Nilai IKM sebesar 85,48 menunjukkan bahwa pelayanan di Puskesmas Pekapuran Raya telah berjalan dengan cukup baik dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Mayoritas unsur pelayanan memperoleh kategori B (Baik), menandakan bahwa sistem pelayanan sudah berjalan sesuai standar.
Hal ini mencerminkan:
Pelayanan administrasi dan medis relatif tertata.
Petugas dinilai ramah dan kompeten.
Prosedur pelayanan cukup dipahami masyarakat.
Biaya pelayanan dianggap sesuai dan wajar.
2. Analisis Per Unsur Pelayanan
a. Kompetensi Petugas (Nilai Tertinggi)
Nilai tinggi pada kompetensi petugas menunjukkan:
Tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan profesional.
Petugas cukup memahami tugas dan prosedur kerja.
Komunikasi kepada pasien berjalan baik.
Masyarakat merasa percaya terhadap pelayanan tenaga kesehatan.
Kemungkinan Penyebab Nilai Tinggi:
Adanya pelatihan atau pembinaan SDM.
Pengalaman kerja petugas yang memadai.
Disiplin dan etika pelayanan yang baik.
Pengawasan internal berjalan efektif.
b. Prosedur Pelayanan dan Perilaku Petugas
Nilai yang cukup baik menunjukkan:
Alur pelayanan relatif jelas.
Petugas cukup sopan dan komunikatif.
Masyarakat merasa dilayani dengan baik.
Kemungkinan Penyebab:
SOP pelayanan sudah diterapkan.
Budaya pelayanan prima mulai terbentuk.
Petugas mampu memberikan informasi kepada pasien dengan cukup jelas.
c. Kecepatan Pelayanan
Nilai kecepatan pelayanan masih berada pada kategori baik, namun belum optimal.
Kemungkinan Penyebab:
Jumlah pasien cukup banyak pada jam tertentu.
Keterbatasan jumlah tenaga pelayanan dibanding jumlah kunjungan.
Proses administrasi masih memerlukan waktu.
Sistem antrean belum sepenuhnya efektif.
Dampaknya:
Pasien merasa waktu tunggu masih cukup lama.
Kepuasan masyarakat belum maksimal.
d. Sarana dan Prasarana (Nilai Terendah)
Unsur ini menjadi aspek yang paling perlu diperhatikan.
Kemungkinan Penyebab:
Ruang tunggu kurang nyaman atau terbatas.
Fasilitas pendingin ruangan, kursi, atau toilet belum optimal.
Peralatan medis atau penunjang pelayanan perlu pembaruan.
Area parkir atau akses pelayanan kurang memadai.
Kebersihan dan kenyamanan lingkungan belum konsisten.
Dampak terhadap pelayanan:
Menurunkan kenyamanan pasien saat menunggu.
Membentuk persepsi bahwa kualitas layanan belum maksimal.
Dapat mempengaruhi citra puskesmas secara keseluruhan.
e. Penanganan Pengaduan
Nilai penanganan pengaduan masih cukup baik, namun belum tinggi.
Kemungkinan Penyebab:
Masyarakat belum mengetahui mekanisme pengaduan.
Respons terhadap keluhan belum cepat.
Media pengaduan masih terbatas.
Tindak lanjut pengaduan belum terlihat jelas oleh masyarakat.
Kesimpulan
Hasil SKM Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Puskesmas Pekapuran Raya berada pada kategori Baik dengan nilai IKM 85,48. Kekuatan utama pelayanan terletak pada kompetensi petugas dan penerapan prosedur pelayanan yang cukup baik.
Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama:
Kualitas sarana dan prasarana.
Kecepatan pelayanan.
Sistem penanganan pengaduan.
Rekomendasi Perbaikan
Jangka Pendek
Menambah kenyamanan ruang tunggu.
Memperbaiki fasilitas umum seperti toilet dan area parkir.
Memasang informasi alur pelayanan yang lebih jelas.
Mengoptimalkan antrean pelayanan.
Jangka Menengah
Melakukan evaluasi waktu tunggu pelayanan.
Menambah sarana penunjang pelayanan kesehatan.
Membuka media pengaduan digital atau kotak saran aktif.
Jangka Panjang
Pengembangan sistem pelayanan berbasis digital.
Peningkatan kapasitas SDM secara berkala.
Renovasi atau penambahan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan tindak lanjut yang tepat, nilai IKM Puskesmas Pekapuran Raya berpotensi meningkat ke kategori A (Sangat Baik) pada periode survei berikutnya.

