Tidak Semua Penggunaan Obat Membatalkan Puasa
Obat seperti apa yang tidak membatalkan puasa? Yaitu obat dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran cerna.
Bagaimana Penggunaan Obat Pada Saat Puasa ?
Perubahan jadwal waktu minum obat mungkin dapat mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal meminum obat. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda!
1x1 (1 kali sehari)
Obat yang diminum satu kali sehari tidak ada perbedaan ketika digunakan saat puasa, dapat digunakan saat malam hari atau pagi hari saat sahur
2x1 (2 kali sehari)
Obat yang digunakan dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat sahur dan saat berbuka
Bagaimana dengan obat yang harus diminum 3-4 kali sehari?
- Mengganti obat bentuk sediaan lepas lambat atau aksi panjang sehingga frekuensi pemakaian bisa dikurangi menjadi sekali atau 2 kali sehari. Atau diganti dengan obat lain yang masih memiliki efek dan mekanisme sama, tetapi memiliki durasi aksi yang lebih panjang. Dengan resep dokter ya!
- Jika tidak bisa diganti, maka penggunaannya adalah dari waktu buka puasa hingga sahur, yang sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama
Bagaimana dengan Penggunaan Obat Sebelum dan Sesudah Makan?
- Sebelum Makan
Jika diminta sebelum makan, berarti sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau berbuka
- Sesudah Makan
Setelah makan artinya kondisi lambung berisi makanan. Kira-kira 5-10 menit setelah. makan besar
Jika ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan, maka perut dapat diisi dulu dengan roti atau sedikit nasi sebelum minum obat
Penggunaan Obat pada penyakit kronis di bulan Ramadhan ?
Untuk mereka yang tetap ingin berpuasa, perlu dilakukan pemantauan yang lebih ketat terkait dengan perubahan jadwal pemberian obatnya dan kondisi penyakitnya
Selamat Berpuasa dan Selalu Konsultasikan Obat Pada Dokter atau Apoteker Anda
Banjarmasin, Rabu 26 Februari 2025
Puskesmas Pekapuran Raya